Ini adalah sebuah anekdot tentang seorang Raja dari bani Israel dengan seorang Abid. Si Raja meminta dengan hormat agar orang itu datang berkunjung ke istananya. Syukur jika bersedia mendampingi Raja. “Baik Tuan,” katanya. Dengan gembira sang Raja memintanya segera datang ke istana.“Tetapi ada syaratnya Tuan, bolehkah saya bertanya tentang sesuatu?”
“Bagaimana seandainya, ini hanya seandainya saja. Suatu hari aku bermain-main dengan putri Tuanku di hadapan Tuanku. Tindakan apa yang Tuanku jatuhkan kepada saya?”
Mendengar kata² Abid itu, Raja menjadi murka bukan kepalang. Dengan bercekak pinggang ia mengusir orang itu, “Keparat kau, berani-beraninya engkau mengganggu anakku di depan mataku. Pergi engkau dari sini!”
Mendengar si Raja yang akan mengundangnya marah-marah, Abid menjawab, “Wahai Tuanku, ketahuilah aku mempunyai Tuhan yang Maha Pemurah, sekalipun 70 kali aku berbuat dosa dalam satu hari, Dia tidak marah kepadaku apalagi mengusirku. Dan rezekiku pun tidak pernah dikurangi. Cubalah Tuanku fikir, sungguh suatu kebodohan jika aku mahu pindah dari pintu-Nya dan menjerumuskan diri dengan orang seperti Tuanku. Belum terbukti pelanggarannya sudah murka.” Usai berkata demikian Abid meninggalkan Raja seorang diri.




0 comments:
Post a Comment